Selasa, 15 November 2016

Pemerataan Pendidikan Di Daerah Terpencil

Pemerataan Pendidikan Di Daerah Terpencil

Menurut UU No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 5 ayat (1)  menyatakan bahwa “Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu”, dan pasal 11, ayat (1) menyatakan “Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib memberikan layanan dan kemudahan, serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi”.
Contoh kasus
         SDN Sangi merupakan sekolah terpencil yang berada di dusun Sangi, Desa Teruwai, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. SDN Sangi Berdiri pada tanggal 17 Juli tahun 2000. Sebelum SDN sangi berdiri, siswa bersekolah di SDN Bedus yang jaraknya 5-10 Kilometer dari rumah siswa. Sekolah ini mulanya dibangun secara swadaya oleh masyarakat mulai dari pengadaan tanah sampai pendirian bangunan sekolah. Pada awalnya sekolah di bangun sederhana dengan lantai tanah, tiang bambu,pagar bedek ( anyaman dari bambu ), dan atap ilalang.
         Angka siswa putus sekolah di wilayah sumber murid SDN Sangi sangat tinggi yaitu mencapai 80 %. Artinya, dari 100 orang siswa yang sekolah sampai tamat SD hanya 20 orang. Pada awal tahun 2000 masyarakat yang menyelesaikan pendidikan sampai SMA hanya 1 orang dan yang menyelesaikan sekolah sampai SMP hanya 17 orang.
A. Pemerataan Pendidikan Formal
Pemerataan pendidikan formal terdiri dari pemerataan pendidikan di tingkat prasekolah, sekolah dasar, menengah, perguruan tinggi.  Berdasarkan data yang diperoleh dari Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) dari periode 2001/02 sampai 2005/06, angka partisipasi murni SD di Indonesia cukup bagus sebesar 94,20%. Untuk level pendidikan SMP, SMU dan Perguruan Tinggi terjadi ketidakmerataan pendidikan dengan angka partisipasi bersekolah yang kecil.
B. Pemerataan Pendidikan Nonformal
Pada jalur pendidikan non formal juga menghadapi permasalahan dalam hal perluasan dan pemerataan akses pendidikan bagi setiap warga masyarakat. Sampai dengan tahun 2011, pendidikan non formal yang berfungsi baik sebagai transisi dari dunia sekolah ke dunia kerja maupun sebagai bentuk pendidikan sepanjang hayat belum dapat diakses secara luas oleh masyarakat. Apalagi pendidikan non formal, pada umumnya membutuhkan biaya yang cukup mahal sehingga tidak dapat terangkau oleh masyarakat menengah ke bawah.
Penyebab Terjadinya Pendidikan Yang Tidak Merata
  1. Banyak orang tua (masyarakat pinggiran) kurang menyadari betapa pentingnya sekolah.
  2. Mahalnya biaya untuk bersekolah.
  3. kemiskinan
  4. Dana BOS belum merata sehingga masih banyak sekolah negeri yang melakukan pungutan, sehingga masyarakat yang tidak memiliki biaya terpaksa memilih tidak bersekolah.
  5. Masyarakat yang biasanya bertempat tinggal di desa-desa yang memiliki akses jalan yang sulit dijangkau untuk menuju ke sekolah, sehingga masyarakat lebih memilih tidak bersekolah pun menjadi salah satu penyebab tidak meratanya pendidikan
  6. Permasalahan lain yang terjadi antara lain keterbatasan daya tampung, kerusakan sarana prasarana, kurangnya tenaga pengajar, proses pembelajaran yang konvensional, dan keterbatasan anggaran. 
Upaya  Pemerintah Untuk Meratakan Pendidikan Didaerah Terpencil
1)  wajib belajar pendidikan 9 tahun mulai tahun 1994.
2)  pemberian program beasiswa menjadi upaya yang cukup mendapat perhatian dengan mendorong keterlibatan masyarakat melalui Gerakan Nasional Orang Tua Asuh.
3)  Pemerintah menyiapkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Bantuan Khusus Sekolah (BKS), dan Bantuan Khusus Murid (BKM) atau beasiswa
4)  Pengalihan alokasi subsidi bahan bakar minyak (BBM)
5)  dana pendidikan selain gaji pendidik dan biaya pendidikan kedinasan dialokasikan minimal 20% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada sektor pendidikan dan minimal 20% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.
6)  Mengadakan penyuluhan-penyuluhan kepada masyarakat yang awam terhadap pendidikan mengenai betapa pentingnya pendidikan sehingga adanya motivasi bagi anak-anak agar mau bersekolah.
Solusi Untuk Mengatasi Pendidikan Yang Tidak Merata
a)  Membangun dan memperbaiki sekolah-sekolah di daerah terpencil,
b)  menyalurkan tenaga didik ke daerah terpencil,
c)  melengkapi sarana dan prasarana di daerah tersebut
d)  Memberikan beasiswa kepada siswa yang berprestasi dan siswa yang kurang mampu
e)  Meningkatkan anggaran pendidikan dan mengawasi penggunaan dana anggaran pendidikan
f)   Menekankan pentingnya sekolah bagi warga masyarakat yang masih beranggapan sekolah merupakan hal yang tidak begitu penting.
Saran
Agar penduduk yang tinggal di daerah perbatasan dan terpencil tidak semakin tertinggal oleh perkembangan zaman maka perlu diberikan pendidikan yang berkualitas. Tidak hanya pendidikan, juga pelatihan serta ketrampilan dengan didukung dengan sarana dan prasarana yang menunjang. Dengan demikian tidak ada lagi yang namanya daerah tertinggal,terbelakang ataupun tertindas. Karena semua berhak mendapat pendidikan yang merata.
Daftar Pustaka



28 komentar:

  1. Saya mau bertanya bagaimana cara mengatasi Dana BOS belum merata sehingga masih banyak sekolah negeri yang melakukan pungutan, sehingga masyarakat yang tidak memiliki biaya terpaksa memilih tidak bersekolah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. caranya yaitu dengan mendata di daerah mana sajakah yang mendapat dana BOS dan menerima dana BOS kemudian mengecek kembali daerah-daerah yang sudah menerima dana BOS serta mengawasinya dan untuk sekolah yang masih melakukan pemungutan yaitu dengan melaporkan kepada pihak yang berwajib, bisa dinas pendidikan dan bisa juga melaporkan kepada inspetorat pendidikan atau inspektur jendral kementrian pendidikan

      Hapus
  2. saya setuju dengan anda karena pendidikan sangat penting bagi anak-anak untuk bisa menentukan masa depan mereka,sehingga pemerintah harus berupaya agar pendidikan dapat merata sampai kedaerah terpencil.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih aat sudah setuju dengan artikel saya.

      Hapus
  3. saya sangat setuju dengan pendapat anda sebaiknya pemerintah tidak hanya memperhatikan pendidikan yang dikota saja namun juga yang di daerah terpencil seperti membangun sekolah, memperbaiki akses jalan, memperbaiki jembatan, dll

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih daniati sudah setuju dengan artikel saya

      Hapus
  4. saya ingin bertanya bagamaimana menurut anda untuk mengatasi tentang Banyak orang tua (masyarakat pinggiran) kurang menyadari betapa pentingnya sekolah tolong jelaskan ??makasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya, caranya yaitu mengumpulkan orang tua di suatu tempat kemudian memberikan sosialisasi atau pengarahan tentang pentingnya sekolah dan mendatangi rumah setiap orang tua kemudian berbicara dan memberikan nasihat bahwa pendidikan itu sangat penting.

      Hapus
  5. banyak faktor yang mempengaruhi kurangnya pemerataan pendidikan di Indonesia, tidak hanya yang disebutkan seperti yang ada di atas. seperti contoh faktor geografis yang memang daerahnya terpencil dan susah membuat pendidikan di sana bisa berkembang, faktor tenaga dalam hal ini apakah didaerah pelosok sudah mendapatkan atau sudah ada listrik untuk menunjang kegiatan belajar. dengan kondisi geografis Indonesia yang merupakan kepulauan, mungkin negara kepulauan terbesar di Indonesia, untuk memberikan pemerataan pendidikan terkhusus di daerah terpencil bukan perkara yang mudah menurut saya untuk memajukan dan memberikan pendidikan yang berkualitas di sana, dibutuhkan kerjasama yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun masyarakat daerah terpencil dalam hal ini sebagai obyek penerima pendidikan agar pendidkan di daerah terpencil bisa terkoordinasi dan berkelanjutan.

    BalasHapus
  6. Sekarang ini anda sebagai masyarakat. Upaya apa yg akan anda lakukan untuk meningkatkan pemerataan pendidikan di daerah-daerah terpencil?

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang saya lakukan untuk meningkatkan pemerataan pendidikan di daerah terpencil yaitu dengan memberikan bantuan seperti buku-buku pelajaran, alat tulis dan lain-lainnya

      Hapus
  7. ya saya setuju dengan artikel anda bahwa Tidak hanya pendidikan, juga pelatihan serta ketrampilan dengan didukung dengan sarana dan prasarana yang menunjang. Dengan demikian tidak ada lagi yang namanya daerah tertinggal,terbelakang ataupun tertindas. Karena semua berhak mendapat pendidikan yang merata.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih lufy sudah setuju dengan artikel saya

      Hapus
  8. Menurut anda bagaimana cara melengkapi sarana dan prasarana di daerah tersebut?

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya untuk melengkapi sarana dan prasarana yaitu dengan cara memberikan dana atau anggaran untuk membeli sarana dan prasana yang belum ada atau membelikan langsung sarana dan prasarana tersebut dan mengawasinya.

      Hapus
  9. Maksud dari pendidikan non formal itu seperti apa ? Dan contohnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penambah, dan/atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat.Jenis Pendidikan nonformal meliputi pendidikan kecakapan hidup, pendidikan anak usia dini, pendidikan kepemudaan, pendidikan pemberdayaan perempuan, pendidikan keaksaraan, pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja. Satuan pendidikan penyelenggara yaituTaman kanak-kanak (TK) Raudatul Athfal (RA) Taman Pendidikan Al-Qur'an Kelompok bermain (KB)Taman bermain anak (TBA) Lembaga kursus SanggarLembaga pelatihan

      Hapus
  10. saya setuju dengan artikel anda, seharusnya pemerintah lbih memerhatikan pendidikan di daerah terpencil, sehingga pendidikan di indonesia akan merata

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih feny sudah setuju dengan artikel saya

      Hapus
  11. Salah satu penyebab tidak meratanya pendidikan di Indonesia menurut artikel anda diatas adalah proses pembelajaran yg konvensional, memang apa arti dari pembelajaran yg konvensional dan proses pemelajaran seperti apa yg tepat dilakukan di Indonesia? Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. pembelajaran konvesional adalah metode pembelajaran tradisional atau metode ceramah yang diiringi dengan penjelasan serta pembagian tugas dan latihan. menurut saya, pembelajaran yang tepat yaitu Pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, efisien dan menyenangkan

      Hapus
  12. Saya setuju dengan saran anda karena dengan berkembang nya pendidikan didaerah 3t maka tingkat pendidikan di indonesia maka akan semakin berkembang pula maka dengan berjalannya waktu maka sitem pendidikan yang ada di indonesia maka akan semakin membaik pula. Maka siswa yang putus sekolah akan semakin berkurang

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih iis suah setuju dengan artikel saya

      Hapus
  13. Hallo Devy.. Saya mau tanya.
    Bagaimana kondisi pemerataan pendidikan di daerah terpencil saat ini?
    Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya pemerataan pendidikan di daerah terpencil khususnya sekolah dasar sudah mulai teratasi namun untuk melanjutkan sekolah yang lebih tinggi sulit terjangkau karena jarak yang cukup jauh untuk ke sekolah

      Hapus
  14. apa pemerintah juga ikut serta dalam menangani masalah tersebut

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya pemerintah juga ikut dalam mengatasi masalah pemerataan pendidikan di indonesia dengan mewajibkan sekolah 9 tahun, memberikan beasiswa, memberikan dana BOS dan pemerintah juga memberikan anggaran dana untuk pendidikan sebesar 20%.

      Hapus