Pemerataan Pendidikan Di Daerah Terpencil
Menurut
UU No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem
Pendidikan Nasional, Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk
mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara
aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual
keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta
keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
UU No. 20 Tahun 2003 tentang
Sistem Pendidikan Nasional, pasal 5 ayat (1) menyatakan bahwa
“Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang
bermutu”, dan pasal 11, ayat (1)
menyatakan “Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib memberikan layanan dan kemudahan,
serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga
negara tanpa diskriminasi”.
Contoh
kasus
SDN Sangi merupakan sekolah terpencil
yang berada di dusun Sangi, Desa Teruwai, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok
Tengah. SDN Sangi Berdiri pada tanggal 17 Juli tahun 2000. Sebelum SDN sangi
berdiri, siswa bersekolah di SDN Bedus yang jaraknya 5-10 Kilometer dari rumah
siswa. Sekolah ini mulanya dibangun secara swadaya oleh masyarakat mulai dari
pengadaan tanah sampai pendirian bangunan sekolah. Pada awalnya sekolah di
bangun sederhana dengan lantai tanah, tiang bambu,pagar bedek ( anyaman dari
bambu ), dan atap ilalang.
Angka siswa putus sekolah di wilayah
sumber murid SDN Sangi sangat tinggi yaitu mencapai 80 %. Artinya, dari 100
orang siswa yang sekolah sampai tamat SD hanya 20 orang. Pada awal tahun 2000
masyarakat yang menyelesaikan pendidikan sampai SMA hanya 1 orang dan yang
menyelesaikan sekolah sampai SMP hanya 17 orang.
A. Pemerataan Pendidikan Formal
Pemerataan pendidikan formal terdiri dari
pemerataan pendidikan di tingkat prasekolah, sekolah dasar, menengah, perguruan
tinggi. Berdasarkan data yang diperoleh
dari Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) dari periode 2001/02 sampai
2005/06, angka partisipasi murni SD di Indonesia cukup bagus sebesar 94,20%.
Untuk level pendidikan SMP, SMU dan Perguruan Tinggi terjadi ketidakmerataan
pendidikan dengan angka partisipasi bersekolah yang kecil.
B. Pemerataan Pendidikan Nonformal
Pada jalur pendidikan non formal juga menghadapi
permasalahan dalam hal perluasan dan pemerataan akses pendidikan bagi setiap
warga masyarakat. Sampai dengan tahun 2011, pendidikan non formal yang
berfungsi baik sebagai transisi dari dunia sekolah ke dunia kerja maupun
sebagai bentuk pendidikan sepanjang hayat belum dapat diakses secara luas oleh
masyarakat. Apalagi pendidikan non formal, pada umumnya membutuhkan biaya yang
cukup mahal sehingga tidak dapat terangkau oleh masyarakat menengah ke bawah.
Penyebab
Terjadinya Pendidikan Yang Tidak Merata
- Banyak
orang tua (masyarakat pinggiran) kurang menyadari betapa pentingnya
sekolah.
- Mahalnya
biaya untuk bersekolah.
- kemiskinan
- Dana
BOS belum merata sehingga masih banyak sekolah negeri yang melakukan
pungutan, sehingga masyarakat yang tidak memiliki biaya terpaksa memilih
tidak bersekolah.
- Masyarakat
yang biasanya bertempat tinggal di desa-desa yang memiliki akses jalan
yang sulit dijangkau untuk menuju ke sekolah, sehingga masyarakat lebih
memilih tidak bersekolah pun menjadi salah satu penyebab tidak meratanya
pendidikan
- Permasalahan
lain yang terjadi antara lain keterbatasan daya tampung, kerusakan sarana
prasarana, kurangnya tenaga pengajar, proses pembelajaran yang
konvensional, dan keterbatasan anggaran.
Upaya Pemerintah Untuk Meratakan Pendidikan
Didaerah Terpencil
1) wajib belajar pendidikan 9 tahun mulai
tahun 1994.
2) pemberian program beasiswa menjadi upaya
yang cukup mendapat perhatian dengan mendorong keterlibatan masyarakat melalui
Gerakan Nasional Orang Tua Asuh.
3) Pemerintah menyiapkan dana Bantuan
Operasional Sekolah (BOS), Bantuan Khusus Sekolah (BKS), dan Bantuan Khusus
Murid (BKM) atau beasiswa
4) Pengalihan alokasi subsidi bahan bakar
minyak (BBM)
5) dana pendidikan selain gaji pendidik dan
biaya pendidikan kedinasan dialokasikan minimal 20% dari Anggaran Pendapatan
dan Belanja Negara (APBN) pada sektor pendidikan dan minimal 20% dari Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah.
6) Mengadakan penyuluhan-penyuluhan kepada
masyarakat yang awam terhadap pendidikan mengenai betapa pentingnya pendidikan
sehingga adanya motivasi bagi anak-anak agar mau bersekolah.
Solusi Untuk Mengatasi
Pendidikan Yang Tidak Merata
a) Membangun dan memperbaiki sekolah-sekolah
di daerah terpencil,
b) menyalurkan tenaga didik ke daerah
terpencil,
c) melengkapi sarana dan prasarana di daerah
tersebut
d) Memberikan beasiswa kepada siswa yang
berprestasi dan siswa yang kurang mampu
e) Meningkatkan anggaran pendidikan dan
mengawasi penggunaan dana anggaran pendidikan
f) Menekankan pentingnya sekolah bagi warga
masyarakat yang masih beranggapan sekolah merupakan hal yang tidak begitu
penting.
Saran
Agar
penduduk yang tinggal di daerah perbatasan dan terpencil tidak semakin
tertinggal oleh perkembangan zaman maka perlu diberikan pendidikan yang
berkualitas. Tidak hanya pendidikan, juga pelatihan serta ketrampilan
dengan didukung dengan sarana dan prasarana yang menunjang. Dengan demikian
tidak ada lagi yang namanya daerah tertinggal,terbelakang ataupun tertindas.
Karena semua berhak mendapat pendidikan yang merata.
Daftar Pustaka
http://www.kompasiana.com/jiilaanarnista/sebab-pendidikan-di-daerah-terpencil-menjadi-tertinggal_54f67336a33311b07d8b4c18 http://www.academia.edu/9752965/pendidikan_di_daerah_terpencil.....by_Prischa_Haning http://di-am.blogspot.co.id/2014/12/makalah-pemerataan-pendidikan-di.html http://febriawan47.blogspot.co.id/2013/09/apakah-pendidikan-di-indonesia-sudah_27.html
Saya mau bertanya bagaimana cara mengatasi Dana BOS belum merata sehingga masih banyak sekolah negeri yang melakukan pungutan, sehingga masyarakat yang tidak memiliki biaya terpaksa memilih tidak bersekolah?
BalasHapuscaranya yaitu dengan mendata di daerah mana sajakah yang mendapat dana BOS dan menerima dana BOS kemudian mengecek kembali daerah-daerah yang sudah menerima dana BOS serta mengawasinya dan untuk sekolah yang masih melakukan pemungutan yaitu dengan melaporkan kepada pihak yang berwajib, bisa dinas pendidikan dan bisa juga melaporkan kepada inspetorat pendidikan atau inspektur jendral kementrian pendidikan
Hapussaya setuju dengan anda karena pendidikan sangat penting bagi anak-anak untuk bisa menentukan masa depan mereka,sehingga pemerintah harus berupaya agar pendidikan dapat merata sampai kedaerah terpencil.
BalasHapusterimakasih aat sudah setuju dengan artikel saya.
Hapussaya sangat setuju dengan pendapat anda sebaiknya pemerintah tidak hanya memperhatikan pendidikan yang dikota saja namun juga yang di daerah terpencil seperti membangun sekolah, memperbaiki akses jalan, memperbaiki jembatan, dll
BalasHapusterimakasih daniati sudah setuju dengan artikel saya
Hapussaya ingin bertanya bagamaimana menurut anda untuk mengatasi tentang Banyak orang tua (masyarakat pinggiran) kurang menyadari betapa pentingnya sekolah tolong jelaskan ??makasih.
BalasHapusmenurut saya, caranya yaitu mengumpulkan orang tua di suatu tempat kemudian memberikan sosialisasi atau pengarahan tentang pentingnya sekolah dan mendatangi rumah setiap orang tua kemudian berbicara dan memberikan nasihat bahwa pendidikan itu sangat penting.
Hapusbanyak faktor yang mempengaruhi kurangnya pemerataan pendidikan di Indonesia, tidak hanya yang disebutkan seperti yang ada di atas. seperti contoh faktor geografis yang memang daerahnya terpencil dan susah membuat pendidikan di sana bisa berkembang, faktor tenaga dalam hal ini apakah didaerah pelosok sudah mendapatkan atau sudah ada listrik untuk menunjang kegiatan belajar. dengan kondisi geografis Indonesia yang merupakan kepulauan, mungkin negara kepulauan terbesar di Indonesia, untuk memberikan pemerataan pendidikan terkhusus di daerah terpencil bukan perkara yang mudah menurut saya untuk memajukan dan memberikan pendidikan yang berkualitas di sana, dibutuhkan kerjasama yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun masyarakat daerah terpencil dalam hal ini sebagai obyek penerima pendidikan agar pendidkan di daerah terpencil bisa terkoordinasi dan berkelanjutan.
BalasHapusterima kasih yurin atas tambahannya.
HapusSekarang ini anda sebagai masyarakat. Upaya apa yg akan anda lakukan untuk meningkatkan pemerataan pendidikan di daerah-daerah terpencil?
BalasHapusyang saya lakukan untuk meningkatkan pemerataan pendidikan di daerah terpencil yaitu dengan memberikan bantuan seperti buku-buku pelajaran, alat tulis dan lain-lainnya
Hapusya saya setuju dengan artikel anda bahwa Tidak hanya pendidikan, juga pelatihan serta ketrampilan dengan didukung dengan sarana dan prasarana yang menunjang. Dengan demikian tidak ada lagi yang namanya daerah tertinggal,terbelakang ataupun tertindas. Karena semua berhak mendapat pendidikan yang merata.
BalasHapusterimakasih lufy sudah setuju dengan artikel saya
HapusMenurut anda bagaimana cara melengkapi sarana dan prasarana di daerah tersebut?
BalasHapusmenurut saya untuk melengkapi sarana dan prasarana yaitu dengan cara memberikan dana atau anggaran untuk membeli sarana dan prasana yang belum ada atau membelikan langsung sarana dan prasarana tersebut dan mengawasinya.
HapusMaksud dari pendidikan non formal itu seperti apa ? Dan contohnya
BalasHapusPendidikan nonformal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penambah, dan/atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat.Jenis Pendidikan nonformal meliputi pendidikan kecakapan hidup, pendidikan anak usia dini, pendidikan kepemudaan, pendidikan pemberdayaan perempuan, pendidikan keaksaraan, pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja. Satuan pendidikan penyelenggara yaituTaman kanak-kanak (TK) Raudatul Athfal (RA) Taman Pendidikan Al-Qur'an Kelompok bermain (KB)Taman bermain anak (TBA) Lembaga kursus SanggarLembaga pelatihan
Hapussaya setuju dengan artikel anda, seharusnya pemerintah lbih memerhatikan pendidikan di daerah terpencil, sehingga pendidikan di indonesia akan merata
BalasHapusterimakasih feny sudah setuju dengan artikel saya
HapusSalah satu penyebab tidak meratanya pendidikan di Indonesia menurut artikel anda diatas adalah proses pembelajaran yg konvensional, memang apa arti dari pembelajaran yg konvensional dan proses pemelajaran seperti apa yg tepat dilakukan di Indonesia? Terimakasih
BalasHapuspembelajaran konvesional adalah metode pembelajaran tradisional atau metode ceramah yang diiringi dengan penjelasan serta pembagian tugas dan latihan. menurut saya, pembelajaran yang tepat yaitu Pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, efisien dan menyenangkan
HapusSaya setuju dengan saran anda karena dengan berkembang nya pendidikan didaerah 3t maka tingkat pendidikan di indonesia maka akan semakin berkembang pula maka dengan berjalannya waktu maka sitem pendidikan yang ada di indonesia maka akan semakin membaik pula. Maka siswa yang putus sekolah akan semakin berkurang
BalasHapusterima kasih iis suah setuju dengan artikel saya
HapusHallo Devy.. Saya mau tanya.
BalasHapusBagaimana kondisi pemerataan pendidikan di daerah terpencil saat ini?
Terimakasih
menurut saya pemerataan pendidikan di daerah terpencil khususnya sekolah dasar sudah mulai teratasi namun untuk melanjutkan sekolah yang lebih tinggi sulit terjangkau karena jarak yang cukup jauh untuk ke sekolah
Hapusapa pemerintah juga ikut serta dalam menangani masalah tersebut
BalasHapusya pemerintah juga ikut dalam mengatasi masalah pemerataan pendidikan di indonesia dengan mewajibkan sekolah 9 tahun, memberikan beasiswa, memberikan dana BOS dan pemerintah juga memberikan anggaran dana untuk pendidikan sebesar 20%.
Hapus