Perubahan Kurikulum 2013 Yang Membingungkan Guru Dan Siwa
Menurut UU. No. 20 Tahun 2003
“Pengertian kurikulum ialah suatu
perangkat rencana dan juga pengaturan tentang tujuan, isi, dan juga
bahan pengajaran dan cara yang digunakan ialah sebagai suatu pedoman
didalam suatu penyelenggaraan kegiatan dalam pembelajaran untuk dapat mencapai
suatu tujuan pendidikan nasional”
Di Indonesia sebenarnya sudah
mengalami perubahan kurikulum sebanyak 11
kali yaitu dimulai dari Tahun 1947 - Leer Plan (Rencana Pelajaran), Tahun 1952
- Rencana Pelajaran Terurai, Tahun 1964 - Rentjana Pendidikan , Tahun 1968
- Kurikulum 1968, Tahun 1975 - Kurikulum 1975, Tahun 1984 - Kurikulum
1984 , Tahun 1994 – Kurikulum 1994,
tahun 1999 - Suplemen Kurikulum 1999, Tahun 2004 -
Kurikulum Berbasis Kompetensi, Tahun 2006- Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
dan Tahun 2013- Kurikulum 2013.
Kurikulum
2013 adalah sistem pengajaran yang berpusat pada peserta didik yang memberikan
kesempatan bagi siswa agar dapat
mengembangkan segala potensi dalam aspek sikap, perilaku, kecerdasan, dan
keterampilan. Dalam kurikulum 2013
terdapat 3 aspek yaitu aspek sikap, keterampilan dan pengetahuan. Yang di
maksud sikap disini adalah aspek yang meliputi sopan santun,
kedisiplinan, sosial, dan agama. Aspek ini sangat sulit untuk dinilai karena
guru tidak dapat memantau seluruh siswanya setiap saat. Sehingga terkadang
penilaian sikap menjadi tidak efektif. Keterampilan adalah penekanan pada
kemampuan siswa seperti kemampuan untuk berpendapat, berdiskusi, membuat
laporan, dan mempresentasikan apa yang sedang dipelajari. Dengan aspek ini,
siswa diharapkan tidak hanya tahu teori saja. Pengetahuan adalah penekanan
pada tingkat pemahaman siswa dalam pelajaran. Aspek pengetahuan sama seperti
kurikulum-kurikulum sebelumnya.
Pada kurikulum 2013 terdapat perubahan-perubahan dari kurikulum
yang sebelumnya yaitu :
1.Perubahan Kurikulum 2013 pada Kompetensi Lulusan : semua jenjang pendidikan mulai dari SD sampai
dengan SMA/SMK menuntut adanya peningkatan dan keseimbangan soft
skill dan hard skill yang meliputi aspek kompetensi sikap (afektif,attitude), ketrampilan (psikomotor), dan pengetahuan (kognitif).
2.Perubahan Kurikulum 2013 pada materi pembelajaran : kedudukan mata pelajaran kompetensi yang semula diturunkan dari mata pelajaran berubah menjadi mata pelajaran dikembangkan dari kompetensi.
3.Perubahan Kurikulum 2013 pada proses pembelajaran : bahwa semua siswa (mulai SD s.d.SMA/SMK) harus memiliki kemampuan untuk mengamati, menanya, mengolah, menyajikan, menyimpulkan, bahkan sampai mencipta.
4.Perubahan Kurikulum 2013 pada penilaian : jika kurikulum sebelumnya nilai diambil dari sebuah tes/ujian maka diubah menjadi penilaian yang otentik (mengukur semua kompetensi mulai dari sikap, ketrampilan, dan pengetahuan berdasarkan proses dan hasil kerja).
Sejak kurikulum ini mulai diuji-cobakan 15 Juli 2013 yang
dilaksanakan pada sekolah piloting pada 6.236 sekolah di seluruh Indonesia.
Sekolah yang telah melaksanakan Kurikulum 2013 berkisar 3,62% dan sekolah yang
belum melaksanakan Kurikulum 2013 ialah 96%. Tahun 2014 pemerintah pun
menerapkan kurikulum itu di setiap satuan pendidikan di Indonesia, mulai dari
SD berjumlah 116.000, SMP berjumlah 35.000, sampai ke sekolah menengah atas
(SMA/SMK/MA) yang lebih dari 16. 000 sekolah. Dan saat kurikulum 2013 diterapkan
menimbulkan pro dan kontra di kalangan guru dan siswa, sehingga menimbulkan
kebingungan dari guru dan siswa.
Contoh kasus dari perubahan kurikulum 2013 yaitu
Perubahan kurikulum berdasar ke¬bijakan Kemendikbud itu dinilai pen¬ga¬mat
pendidikan bahkan guru dan sis¬wa akan membingungkan. Sebab belum lagi
kurikulum yang lama terserap dengan baik, kembali diterapkan kurikulum lama
yang telah terganti. Pakar pendidikan dari Universitas Negeri Medan Prof
Berferik Manullang menyebutkan, perombakan kurikulum yang terjadi di Indonesia
dinilai kerap menyusahkan anak didik.“Bayangkan saja, belum selesai menyerap
ilmu dari sebuah kurikulum yang dianggap unggul, anak-anak harus beradaptasi
lagi dengan kurikulum baru tapi lama,” kata Manullang.
Menurut Manullang, adanya perubahan kurikulum itu, maka peserta didik akan
menjadi korban dari kebijakan pendidikan yang tak bijak, termasuk para orangtua
yang harus mengeluarkan biaya tamba¬han untuk membeli buku pelajaran. Guru
besar ini menyebutkan, Kemen¬dikbud mendasarkan proses perubahan kurikulum
tanpa melibatkan guru, dan murid. Dalam artian, pendapat murid sebagai peserta
didik tidak dilihat lewat penelitian, misalnya. Pemerintah, menurut Manullang
mestinya membangun kapasitas guru bagaimana menulis, menyusun kurikulum. Sebab
pengertian kurikulum itu luas dan dalam, tapi dikecilkan maknanya dan
menyamakan dengan mata pelajaran dan metode. “Guru adalah ujung tombak
pem¬berlakuan kurikulum baru ini. Namun jika guru-guru ini tidak memahami
konsep kurikulum dengan baik, maka tujuannya tak dapat dicapai. Perubahan itu
seharus dilihat diubah apakah berdasar standar isi, proses, atau evaluasi, atau
mengubah semua,” katanya.(aje).
Kelebihan dari kurikulum
2013 yaitu:
1.
Lebih
menekankan pada pendidikan karakter.
2. Pendidikan budi
pekerti dan karakter diintegrasikan ke semua mata pelajaran.
3. Tidak ada perbedaan
antara anak desa atau kota. Kurikulum terdahulu seringkali tidak memberi
kesempatan kepada anak di desa untuk memaksimalkan potensi mereka.
4. Merangsang pendidikan
siswa dari awal melalui Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
5. Kesiapan terletak
pada guru. Guru juga terus dipacu kemampuannya melalui pelatihan dan pendidikan
calon guru untuk meningkatkan kecakapan dan profesionalisme.
Sedangkan kekurangan atau kelemahan
pada Kurikulum 2013 adalah sebagai berikut:
1. Pemerintah
seolah melihat seluruh siswa dan guru memiliki kapasitas dan kemampuan yang
sama.
2. Guru tidak pernah
terlibat langsung dalam pengembangan Kurikulum 2013.
3. Tidak ada
keseimbangan antara proses pembelajaran dan hasil karena Ujian Nasional (UN)
masih diberlakukan.
4. Pengintegrasian mata
pelajaran IPA, IPS, dan Bahasa untuk pendidikan dasar tidak tepat karena rumpun
pelajaran tersebut berbeda.
Yang menjadi
permasalahan dari perubahan kurikulum 2013 yaitu : Tidak ada kajian terhadap
penerapan Kurikulum 2013, Tidak ada evaluasi menyeluruh terhadap uji coba
penerapan Kurikulum 2013, Sikap yang terlalu dipaksakan sehingga menganggu dan
menimbulkan kebingungan dan beban berlebihan bagi para guru. Metode penilaian
sangat kompleks dan menyita waktu sehingga membingungkan guru dan mengalihkan
fokus dari memberi perhatian sepenuhnya pada siswa. Ketidaksiapan guru
menerapkan metode pembelajaran pada Kurikulum 2013. Ketergesa-gesaan penerapan
menyebabkan ketidaksiapan penulisan, pencetakan dan peredaran buku . Berganti-gantinya
regulasi kementerian akibat revisi yang berulang.
Dampak positif dari
perubahan kurikulum 2013: Adanya peningkatan dan keseimbangan soft skills dan
hard skills yang meliputi aspek kompetensi sikap, keterampilan, dan
pengetahuan. Jumlah mata pelajaran menjadi sedikit. Mata pelajaran Muatan
lokal, bisa terintegrasi ke dalam mata pelajaran Penjasorkes, Seni budaya, dan
Prakarya dan Budidaya. Pengembangan diri
terintegrasi pada setiap mata pelajaran dan ekstrakurikuler. Jumlah jam pelajaran per minggu yang tadinya
32 jam/minggu menjadi 38 jam/minggu. Hal ini ditujukan untuk memberikan
proporsi yang seimbang antara kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik
Dampak negative dari
perubahan kurikulum 2013 ; Kurikulum dibuat tidak melalui riset dan evaluasi
yang mendalam. Memberatkan siswa, karena
jam pelajaran ditambah padahal siswa mempunyai batas maksimal waktu konsentrasi
dalam belajar. Ketidaksiapan guru karena terkesan mendadak. Jumlah jam yang
terlalu banyak. Penyiapan guru membutuhkan waktu yang lama. Tidak hanya sekali
atau dua kali pelatihan saja. Terforsirnya waktu siswa disekolah untuk belajar
dan mengikuti ekstrakurikuler2 yang diwajibkan dalam ketentuan Kurikulum 2013. Dalam
kurikulum 2013, guru tidak lagi diwajibkan untuk membuat sillabus atau bahan
ajar. Ini berbeda dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang
sebelumnya diterapkan. guru hanya akan seperti robot karena semua sudah
disiapkan pemerintah sehingga dapat menumpulkan kreativitas para guru. Guru seakan terpaku pada isi buku panduan
tersebut karena apa yang akan diajarkan hingga rancangan Kegiatan Belajar
Mengajar (KBM) sudah diatur di dalamnya. Dengan segala sesuatunya sudah
disiapkan, guru hanya tinggal melaksanakan dan seolah hanya menjalankan tugas
sesuai pakem tertentu.
Solusi untuk mengatasi perubahan kurikulum 2013 adalah sebagai
berikut :
1. Lesson
study ataupun workshop yang membahasa cara mengajarakan kegiatan pembelajaran
yang dimaksudkan dalam kurikulum 2013 kepada guru
2. Pertemuan antara
sekolah yang sudah menerapkan kurikulum 2013
3. Mengadakan studi
kasus penelitian di daerah nusantara, agar dapat melahirkan pengalamamn
dokumentasi yang kuat dan efektif dalam pengembangan kurikulum
4. Mengadakan
penelitian tentang kurikulum 2013 terlebih dahulu sebelum diterapkan
5. Lebih
dipersiapkan lagi sumber buku yang akan digunakan
Saran
kalaupun kurikulum di ubah
sebaiknya di sesuaikan dengan kebutuhan siswa dan sekolah yang ada di
indonesia. Dan juga sebaiknya ditingkatkan lagi kualitas guru agar guru dapat
menerpkan kurikulum dengan benar dan sesuai dengan kebutuhan siswa. kemudian di
terapkan jika sudah benar-benar siap dari segi apapun sehingga tidak akan
membingungkan guru dan siswanya.
dan mulai juli 2016 pada tahun ajaran baru 2016/2017 kurikulum 2013 resmi diberlakukan secara nasional
sumber :
https://serambimata.com/2016/03/22/resmi-mulai-juli-2016-kurikulum-2013-diberlakukan-secara-nasional/
sumber :
https://serambimata.com/2016/03/22/resmi-mulai-juli-2016-kurikulum-2013-diberlakukan-secara-nasional/
Kalau Menurut saya, Lebih bAik Di indonesia Menggunakan Sistem Kurikulum KTSP, Karena Dengan Sistem ini Akan Lebih mUdah Menyesuaikan dengan Lingkungan Sekolah dan Daerah masing masing, Karena Kalau Dengan K13 Akan Sulit diterapkan Di Daerah daerah Tertentu yang Kurang akses,Justru Itu yang Akan Membuat Siswa dan Guru binggung karena Kurang nya sarana Penunjang K13
BalasHapusterima kasih faiz atas pendapatnya, namun menurut saya KTSP maupun Kurikulum 2013 mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing dan semoga saja pemerintah memberikan yang terbaik bagi pendidikan di indonesia.
Hapusartikel anda sudah bagus dan baik, namun saya ingin bertanya yaitu apakah hanya peserta didik aja yang menjadi korban sedangkan guru tidak menjadi korban tolong jelaskan maksih.. ????
BalasHapustidak hanya peserta didik yang menjadi korban tetapi guru juga menjadi korban dari perubahan kurikulum dari artikel di atas juga telah disebutkan bahwa guru tidak lagi diwajibkan membuat silabus atau bahan ajar sehingga guru hanya akan seperti robot karena semua sudah disiapkan pemerintah sehingga dapat menumpulkan kreativitas para guru. Guru seakan terpaku pada isi buku panduan tersebut karena apa yang akan diajarkan hingga rancangan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sudah diatur di dalamnya. Dengan segala sesuatunya sudah disiapkan, guru hanya tinggal melaksanakan dan seolah hanya menjalankan tugas sesuai pakem tertentu.
Hapusmnurut saya artikel anda sudah bagus, karena anda mnyebutkan dampak dan cra mengatasinya .
BalasHapussmoga kedepannya k13 sudah bisa di terapkan di pedalaman sehingga dapat merata
terima kasih feny atas tanggapanya
HapusDalam artikel anda disebutkan bahwa di indonesia selama masa pendidikan terdapat perubahan kurikulum sebanyak 11 kali. Perubahan tahun berapakah yang paling signifikan dan sebutkan perubahan yersebut. Terimakasih ☺
BalasHapusmenurut saya kurikulum yang mengalami perubahan signifika adalah kurikulum 2013 karena dalam kurikulum 2013 ini tidak saja menjadikan anak pintar. Tapi lebih ditekankan pembentukan akhlak dan sikap. Isi materi pelajaran yang diajarkan di sekolah mengembangkan pendidikan emosional atau soft skill barulanjutkan pengembangan hard skill (pekerja yang baik).Dalam pendidikaan karakter harus mengunggulkan kecerdasan emosional (EQ) ada pada 80 persen berkontribusinya, baru sisanya 20 persen pada keberhasilan seorang di dunia kerja (hard skill).
Hapussaya mau bertanya,apakah Kurikulum 2013 sejalan dengan misi dan tujuan sekolah?dan apakah siswa menikmati sistem pembelajarannya?
BalasHapusmenurut saya kurikulum 2013 sejalan dengan misi dan tujuan sekolah karena kurikulum pada hakikatnya disusun untuk mencapai tujuan sekolah dan penyusunan visi dan misi sekolah harus disesuaikan dengan tuntutan kurikulum 2013.
Hapusdan pertanyaan untuk "apakah siswa menikmati sistem pembelajarannya " tergantung dari siswanya, karena anak tidak mengerti tentang kurikulum 2013, hanya menerima materi pelajaran dan mengerjakan tugas yang diperintahkan oleh guru.
Apakah ada keuntungan untuk pihak sekolah jika menggunakan K13 maupun KTSP?
BalasHapuskeuntungan pihak sekolah jika menggunakan kurikulum 2013 adalah Efisiensi dalam manajemen sekolah contohnya dalam pengadaan buku, dimana buku sudah disiapkan dari pusat, sedangkan keuntungan sekolah jika menggunakan kurikulum ktsp adalah sekolah dapat meningkatkan kreativitasnya dalam penyelenggaraan program-program pendidikan, Sekolah dapat menitikberatkan pada mata pelajaran tertentu yang dianggap paling dibutuhkan siswanya,dan KTSP memberikan peluang yang lebih luas kepada sekolah-sekolah plus untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan.
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusmenurut anda apa keuntungan yang didapatkan oleh siswa jika sekolah tersebut menggunakan K13???
BalasHapusmenurut saya yang didapatkan siswa jika sekolah menggunakan kurikulum 2013 adalah siswa akan mendapatkan kompetensi sikap, keterampilan dan pengetahuan yang jauh lebih baik dan siswa akan lebih kreatif, inovatif, dan lebih produktif sehingga mereka akan sukses dan nantinya dapat mengatasi persoalan dan tantangan masa depan.
HapusSaya sangat setuju dengan artikel anda bagaimana pun kementrian harus mengevaluasi pemberlakuan K13 daripada tanpa evaluasi sebelumnya langsung dipemberlakukan akan banyak masalah seperti kurangnya kesiapan guru, kebingunan siswa dan panduan untuk guru dan siswa
BalasHapusterimakasih daniati atas tanggapannya dan setuju dengan artikel saya
HapusDi artikel anda hanya menyebutkan dampak positif dan negatif kurikulum 2013, tolong sebutkan dampak positif&negatif kurikulum tingkat satuan pendidikan dan menurut anda apakah kurikulum 2013 sudah sangat tepat digunakan di Indonesia?
BalasHapus•Dampak positif KTSP
Hapus1.Mendorong para guru, kepala sekolah, dan pihak manajemen sekolah untuk semakin meningkatkan kreativitasnya dalam penyelenggaraan program-program pendidikan.
2.KTSP akan mengurangi beban belajar siswa yang sangat padat.
3.KTSP memberikan peluang yang lebih luas kepada sekolah-sekolah plus untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan..
4.Guru sebagai fasilitator yang bertugas mengkondisikan lingkungan untuk memberikan kemudahan belajar siswa.
5.Pembelajaran yang dilakukan mendorong terjadinya kerjasama antar sekolah, masyarakat, dan dunia kerja yang membentuk kompetensi peserta didik.
6.kegiatan pembelajaran lebih bervariasi, dinamis dan menyenangkan
7.menerima pelajaran dari guru lebih cepat di tangkap oleh siswa
Dampak negatif dari kurikulum KTSP adalah
1.kurangnya SDM yang diharapkan mampu menjabarkan KTSP pada kebanyakan satuan pendidikan yang ada. Minimnya kualitas guru dan sekolah.
2.Kurangnya ketersediaan sarana dan prasarana pendukung sebagai kelengkapan dari pelaksanaan KTSP .
3.Penerapan KTSP yang merekomendasikan pengurangan jam pelajaran akan berdampak berkurangnya pendapatan guru.
4.Sulit untuk memenuhi kewajiban mengajar 24 jam, sebagai syarat sertifikasi guru untuk mendapatkan tunjangan profesi.
5.Siswa merasa kurang jelas dari materi yang disajikan guru
6.Guru kurang aktif dalam kegiatan belajar mengajar atau guru akan merasa santai dalam PBM
menurut saya kurikulum 2013 sudah tepat untuk digunakan di indonesia karena siswa akan mendapatkan kompetensi sikap, keterampilan dan pengetahuan yang jauh lebih baik dan siswa akan lebih kreatif, inovatif, dan lebih produktif sehingga nantinya dapat mengatasi persoalan dan tantangan masa depan.
Di artikel anda hanya menyebutkan dampak positif dan negatif kurikulum 2013, tolong sebutkan dampak positif&negatif kurikulum tingkat satuan pendidikan dan menurut anda apakah kurikulum 2013 sudah sangat tepat digunakan di Indonesia?
BalasHapusjika anda sebagai guru apa yang akan anda lakukan jika kurikulum 2013 itu diberlakukan secara tiba-tiba disekolah anda mengajar?
BalasHapusmungkin saya akan mengkonfirmasi terlebih dahulu kepada sekolah , kemudian saya akan mempelajari kurikulum tersebut dengan berdiskusi dengan guru lain, bertanya-tanya tentang bagaiamana cara mengajar kurikulum tersebut kepada guru yang sudah mendapat pelatihan maupun belum, kemudian memberikan pengertian kepada siswa tentang perubahan kurikulum tersebut
HapusSaya setuju dengan artikel anda bahwa pemerintah harus lebih memperhatikan kebutuhan sekolah di Indonesia terlebih dahulu dan menfasilitasinya lalu baru mengganti kurikulum jika itu sudah layak
BalasHapusSaya setuju dengan artikel anda bahwa pemerintah harus lebih memperhatikan kebutuhan sekolah di Indonesia terlebih dahulu dan menfasilitasinya lalu baru mengganti kurikulum jika itu sudah layak
BalasHapusterimakasih iis atas tanggapannya dan sudah setuju dengan artikel saya
HapusArtikel yang anda muat sangat bagus mbk devi. Karena penerapan k13 mari ktsp pernah saya alami. Perubahan kurikulum ktsp ke k13 awalnya bagi saya sangat memberatkan dan membingungkan. Namun lama lama juga memberikan dampak yg sangat positf terhadap saya yg seperti penjelasan yg sudah anda muat di atas tadi. Terimakasih
BalasHapusterima kasih zenitzca atas tanggapannya dan semoga saja kurikulum 2013 dapat memberikan dampak yang baik buat pendidikan di indonesia.
HapusHallo Devy, saya mau tanya ya. Jika kamu berada di posisi guru yang sedang kebingungan akibat perubahan kurikum.Bagaimana tanggapan kamu terhadap perubahan kurikulum tersebut?
BalasHapusTerimakasih
hallo juga arny, menurut saya perubahan kurikulum tersebut terkesan mendadak dan juga pelatihan-pelatihan terhadap guru belum semuanya guru dapat mengerti tetapi malah membuat guru menjadi bingung, bagaimana siswa bisa mengerti materi pelajaran sedangkan guru masih bingung terhadap pengajaranya bagaimana kemudian penilainnya dan juga buku-buku penunjang materi masih sedikit, sebaiknya jika memang ada perubahan kurikulum pemerintah lebih memberikan pelatihan berkalai-kali untuk guru agar tidak menjadi bingung dan turunnya kualitas pendidikan di Indonesia ini karena guru tak pernah dilatih dengan baik
BalasHapus